sekedar pengantar...

"kaulah ilalang-ilalang yang mesti menyambung jiwa yang selalu gelisah, jangan berhenti, teruslah bertumbuh menjadi beringin yang kokoh pada hempasan angin"

Minggu, 14 Maret 2010

Catatan Lalu Dalam Mata Yang Purba

catatan lalu dalam mata yang purba
ah....warnanya kian sephia
masih juga aku terjaga dengan pikiranpikiran itu
"bertahun tahun aku mendayung nafas kian busuk, telah jadi apa aku dulu ?"


barangkali kisahkisah bergerak seperti pendulum
tapi sayang waktu bergerak linear, meski kadang kita merasa dia circular
barangkali aku masih merindui, tapi aku kehabisan energi.
melankoli yang hambar, sebab aku tak berminat memberinya rasa
bergegaslah semua perasaan yang hilir mudik sebelum kulumat kan kau dengan dendam
bersama malam yang pekat izinkan aku hidup sebagai pendendam
boleh jadi itu satusatunya alasan aku tetap harus berjalan
hiduplah dendam tinggal kau suluh di mata ku, memijar dan terus meletup
jangan jadi beku, aku mau tetap menikmati matahari setiap paginya, hingga kutemukan waktu yang tepat dan kubayar sesajen dendam ini dengan darahnya...
"segala puisi adalah dendam dengan aroma anyir darah!"
(2009)

0 komentar:

Poskan Komentar

pliss komentnya dong...

Share it

....beri sapa