Diantara tokoh PR, Ivy Ledbetter Lee dianggap sebagai bapak Public Relations/Hubungan Masyarakat (humas) karena ia berhasil mengembangkan PR yang oleh para cendikiawan kemudian dijadikan landasan untuk dikembangkan sebagai obyek studi ilmiah.
Saat itu, Lee mengajukan gagasan kepada sebuah perusahaan batubara yang tengah dilanda krisis dan nyaris melumpuhkan serta menghancurkan perusahaan tersebut. Lee mengajukan gagasan kepada pimpinan batubara tersebut dengan beberapa langkah sebagai berikut:
(1) Ia diberi kedudukan dalam manajemen puncak,
(2) Ia diberi wewenang penuh untuk menyebarkan semua informasi faktual yang patut diketahui masyarakat (Effendy, 1992:7)
Gagasan yang dilontarkan Lee ini pada masanya dianggap revolusioner, karena pada saat itu bidang komunikasi informasi tidak berada dalam struktur pimpinan puncak. Begitu pun penyebaran fakta kepada publik dianggap sebagai suatu yang tak lazim.
Public Relations (PR) pada hakekatnya adalah kegiatan komunikasi. Kendati ada perbedaan dengan bentuk komunikasi lainnya, karena ciri hakiki dari komunikasi PR adalah two way communication (komunikasi dua arah). Arus komunikasi dua arah ini yang harus dilakukan dalam kegiatan PR sehingga tercipta umpan balik yang menjadi prinsip pokok PR (Rachmadi, 1994:7)
Rachmadi menyebut PR sebagai salah satu bidang ilmu komunikasi praktis, yaitu penerapan ilmu komunikasi pada suatu organisasi/perusahaan dalam melaksanakan fungsi manajem. Fraser P.Seitel (1992:8) menyebutkan bahwa PR adalah ”two simple word” yang merupakan bidang ilmu dan kegiatan praktis yang sedang dan akan terus berkembang.
Denny Griswold (1997:45) menyebutkan bahwa PR adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi publik, memperkenalkan berbagai kebijakan dan prosedur dari suatu individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik, dan membuat perencanaan dan melaksanakan suatu program kerja dalam upaya memperoleh pengertian dan pengakuan publik.
Public Relations merupakan fungsi manajemen yang membantu menciptakan dan saling memelihara alur komunikasi, pengertian, dukungan, serta kerjasama suatu organisasi/perusahaan dengan publiknya dan ikut terlibat dalam menangani masalah-masalah atau isu-isu manajemen. PR membantu manajemen dalam penyampaian informasi dan tanggap terhadap opini publik. PR secara efektif membantu manajemen memantau berbagai perubahaan ( Seitel, 1992:8).
Humas atau Public Relations akan sangat dipengaruhi faktor-faktor lingkungan dimana Public Relations itu dipraktekkan. Edward L. Berneys dalam buku Public Relations menyatakan PR memiliki tiga macam arti:
1. Memberi informasi kepada masyarakat
2. Persuasi yang dimaksudkan untuk mengubah sikap dan tingkah laku masyarakat terhadap lembaga demi kepentingan kedua belah pihak
3. Usaha untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan antar lembaga dengan sikap perbuatan masyarakat dan sebaliknya.
Melvin Sharpe (dalam Kasali, 2005: 8-9) menyebut lima prinsip hubungan harmonis:
1. Komunikasi yang jujur untuk memperoleh kredibilitas
2. Keterbukaan dan konsistensi terhadap langkah-langkah yang diambil untuk memperoleh keyakinan orang lain
3. Langkah-langkah yang fair untuk mendapatkan hubungan timbal balik dan goodwill.
4. Komunikasi dua arah yang terus menerus untuk mencegah keterasingan dan untuk membangun hubungan
5. Evaluasi dan riset terhadap lingkungan untuk menentukan langkah atau penyesuaian yang dibutuhkan masyarakat
sekedar pengantar...
"kaulah ilalang-ilalang yang mesti menyambung jiwa yang selalu gelisah, jangan berhenti, teruslah bertumbuh menjadi beringin yang kokoh pada hempasan angin"
Minggu, 13 Desember 2009
PR Dan Pencitraan
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



0 komentar:
Poskan Komentar
pliss komentnya dong...