(kau tahu, semestinya kukirim kado kata bulan ini)
beberapa malam aku habiskan hanya untuk mengumpulkan
sisa kepercayaan pada kata.
aku tak sangsi pada kepercayaan kata
aku hanya tak bisa kau mencibirnya
sesuatu yang paling berharga dan bermartabat
bila yang lalu, aku membingkai kata sebagai kado
didalamnya sesungguhnya telah kusisipkan ketulusan
masihkah itu bisa menggetarkanmu
atau kubuat saja dan tak peduli pada imaji yang tercipta dibenakmu
hanya kata sebagai kado
tak berarti tak bisa kuberikan
baju, parfum, bunga, coklat atau nonoton di twenty one
hanya menurutku puisiku adalah jiwa yang immanen
tak bermartabat bila direduksi seharga parfum, baju, coklat dan sebagainya
tiga malam ini mesti kulanjutkan,
dengan membenamkan kata ditenggorokan
semestinya kubungkus kado
memang tak sebagus kado yang akan kau terima dari yang lainnya
telah banyak yang kukatakan tapi jauh lebih banyak yang kau pungut
sekali ini aku menitip pelangi yang berbeda
tak selalu ungu, nilam dan lainnya
hanya pelangi, selepas hujan
sekedar pengantar...
"kaulah ilalang-ilalang yang mesti menyambung jiwa yang selalu gelisah, jangan berhenti, teruslah bertumbuh menjadi beringin yang kokoh pada hempasan angin"
Kamis, 19 November 2009
Semestinya Kukirim Kado Kata Bulan Ini
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



0 komentar:
Poskan Komentar
pliss komentnya dong...